Imah Kopi

Menemukan kedai kopi di Lembang memang tidak susah, hanya saja warung-warung kopi tersebut masih menggunakan cara tradisional. Minuman kopi yang disajikan sekedar kopi tubruk atau kopi susu biasa sebagai teman makan kue balok, bandros ataupun ketan/jagung bakar. Bila jenis kedai kopi yang tengah Anda cari adalah yang menyajikan minuman kopi olahan semacam espresso, latte, machiato, ristretto, cappuccino, dsb memang susah.

Imah Kopi (tampak depan)

***

Beberapa hari menjelang lebaran, ketika saya melewati jalan ke arah Maribaya ternyata ada billboard besar yang menarik perhatian saya. Dalam papan nama tersebut tertulis: Imah Kopi. Wahh boleh juga nih! Ternyata ada juga yang berani membuka kedai kopi yang menawarkan minuman kopi olahan seperti yang saya sebutkan tadi. Selain menjagokan minuman kopi, kedai yang satu ini juga mencoba menawarkan menu pastry sebagai andalannya.

Waktu itu penasaran ingin mencobanya. Karena baru menemukan waktu yang pas, niatan itu ternyata baru kesampaian hari Minggu (27/8). Ditemani istri dan anak-anak  akhirnya jadi juga mencoba kopi dan beberapa jenis makanan di Imah Kopi. Tempatnya asri, ada kolam ikannya, ada ayunan untuk mainan anak-anak. Anda juga bisa melihat espresso machinenya karena disimpan di bagian depan kedai.

Caffe latte dan Cappucino

Ketika diberikan menu saya bertanya kepada pelayannya, apa yang spesial di sini? Dia bilang caffe latte dan caramel honey pancake. Akhirnya saya memesan kedua menu itu untuk memastikan beneran enak atau enggak :)?. Makanan dan minunan lain pun saya pesan untuk memenuhi keinginan istri dan anak-anak: ada yang pesan cappuccino, strawberry float, zupa soup, croissant, dan cheese cake.

Dari menu-menu tersebut setelah Kami coba rasanya enak juga. Misalnya caffe latte, kombinasi kopi dan susunya saya rasa pas. Dibandingkan latte dari Starbuck atau Lawton, yang ini lebih cocok untuk lidah saya. Kalau pun tidak ditambahkan gula tambahan juga sudah ok.

Salah satu sudut di Imah Kopi

Saya juga sebenarnya senang mengamati Latte art yang kerap disajikan oleh para barista untuk para penikmat kopi. Seni yang disuguhkan dalam secangkir kopi unik juga. Kagum saja, permukaan kopi berbasis espresso itu bisa dibentuk bermacam-macam. Saya sendiri tidak tahu di Imah Kopi ini ada berapa jenis desain yang disajikan. Latte art yang saya nikmati kemarin adalah rossetta dan heart design. Terkadang sayang juga kalau diminum, sudah bagus-bagus mesti dirusak, hehe.

***

Caramel honey pancake

Ketika memesan caramel honey pancake awalnya  saya mengira jenis pancake yang akan disuguhkan itu yang tebal, yang jika memakan satu atau dua stack saja sudah bikin kenyang. Ternyata ketika sudah tersaji di meja pancakenya tipis tidak tebal, agak mirip prata tissue atau crepes. Meskipun tidak mengenyangkan tapi rasanya enak. Rasa manis madu dan vanilla ice cream ternetralisir dengan banyaknya potongan strawberry. Sip lah.

Croissant

Untuk menu lainnya seperti strawberry float, zupa soup, croissant saya rasa masih standar. Biasa saja. Yang agak kecewa justru dengan cheese cakenya.  Tadinya saya kira empuk ternyata keras. Saya sih lebih suka cheese cake yang empuk seperti yang disajikan di Lawton Coffee atau dari Cizz.

Secara umum saya cukup puas dengan pelayanan dan menu yang disajikan di Imah Kopi, kalau ada kesempatan tentu ingin mencoba menu yang lain. Sebagai urang Lembang senang saja ada tempat alternatif ngopi yang dekat dari rumah. Harganya juga relatif terjangkau, untuk menu utama, dessert ada di kisaran 10 ribu hingga 40 ribu, sedangkan untuk minuman dari mulai 8 ribu hingga 25 ribu rupiah.

***

Lokasi Imah Kopi ada di Jl. Raya Maribaya no 3 Lembang. Untuk Anda yang sering mengunjungi Tahu Tauhid 2, atau De Ranch tidak akan kesulitan untuk menemukannya.

6 Komentar

Filed under food and drink, kuliner

6 responses to “Imah Kopi

  1. Aya katuangen atanapi cemilan tradisional kang?

    • Oh di tempat ieu mah teu aya, Teh. Tapi da upami palay mah di sabudeureun Lembang mah kaleresan seueur keneh.

      Di Nürnberg mah kedah ngadamel panginten nya, da teu aya anu dagang cendol urang ditu mah😀

      • He..he.. ‘ngintip’ cendol ala abdi nya Kang.

        Sumuhun, abdi upami liburan teh milarian anu teu aya di Nürnberg, Tutut… kurupuk anclom ngangge Oncom…:)

  2. Lumayan informasi tempatnya, buat kalo lagi bawa tamu dari luar suka bingung untuk cari tempat makan di lembang soalnya kadang ngga cocok dgn makan tradisional

  3. Mantap… nyobain kalau ke lembang🙂
    yg searah dengan De Ranch ??

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s