Ayam Kahaseupan dan Sapi Gibibrig Ala Imah Seniman

Kemarin mencoba mencicipi menu makanan di Imah Seniman, Jl. Kolonel Masturi 8, Lembang. Saya sendiri sebenarnya lebih mengenal tempat ini sebagai Alam Sejuk, yang merupakan bumi perkemahan. Baru sekitar 2 tahun lalu diubah menjadi Cafe Resort dan Galery oleh seorang seniman nyentrik bernama Bob Doank.

Hayam Kahaseupan Ala Imah Seniman (dok-indrakh)

Tempat makan di Imah Senimah berbentuk saung-saung. Anda bisa memilih, mau makan di atas meja kursi seperti biasa, atau lebih tertarik makan di saung lesehan.

Ketika disodorkan menu cukup kaget juga melihat daftar makanan yang ditawarkan. Namanya menggunakan bahasa Sunda namun unik. Misalnya ada ayam gagaro (menggaruk), ikan hiber ka bulan (terbang ke bulan), sapi gigibrig, udang singsireumeun (kesemutan), hayam/bebek kahaseupan, dsb.

Akhirnya saya tertarik memesan hayam kahaseupan dan sapi gigibrig, yang katanya merupakan sebagian menu spesial yang dimiliki oleh Imah Seniman.

Hayam kahaseupan menjadi menu yang datang pertamakali ke atas meja lesehan. Sesuai dengan namanya, kahaseupan adalah daging ayam yang dimasak dengan cara diasap. Jadi jangan heran kalau aroma asapnya cukup menyengat. Setelah saya cicipi ternyata rasanya cukup enak, tektur dagingnya terasa lembut, bumbunya meresap sehingga rasa rempah-rempahnya terasa. Sepertinya menggunakan kunyit, jahe, dan lengkuas. Disajikan dengan sambal, dan lalab, dan tentu saja nasi hangat saya kira cocok untuk menjadi menu pilihan untuk makan siang.

Sapi Gigibrig Ala Imah Seniman (Dok-Indrakh)

Namun sapi gigibrig ternyata tidak seeksotis namanya, yang disajikan ternyata biasa saja. Mungkin sebenarnya menggunakan bumbu steak, tapi kalau menurut saya mirip daging sapi bumbu kecap saja. Entah darimana yang mana unsur gigibrignya? Gibibrig sendiri bisanya menggambarkan orang, atau hewan yang kedinginan karena habis terkena air, sehingga mengibaskan air yang ada di badannya.

Sebenarnya ada makanan lain yang menurut saya sangat enak dari Imah Seniman ini, yakni karedoknya. Hanya saja karena namanya kurang unik jadi tidak saya bahas di siniūüôā

Bagi Anda yang sudah pernah makan di restoran Sapu Lidi atau Waroeng Kampoeng jangan aneh kalau menemukan rasa makanan atau nama yang mirip-mirip, karena ketiganya dimiliki oleh orang yang sama.

Tertarik mencoba silahkan datang ke Imah Seniman. Petanya bisa dilihat di sini. Websitenya bisa diakses di sini.

1 Komentar

Filed under Bandung, food and drink, Jalan-jalan, kuliner, Lembang, travel and places

One response to “Ayam Kahaseupan dan Sapi Gibibrig Ala Imah Seniman

  1. Kalau masih sama yg punyanya denga sapu lidi berarti Bos Cardinal atuh…,
    Tentang Sapi Gigibrig, pangaosna siganamah membuat gigibrig ogeūüėÄ

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s