Bubur Ayam Mang Oyo

Bandung adalah surganya bubur ayam. Jika ditanya bubur ayam mana yang enak di Bandung sepertinya akan banyak jawabannya. Mungkin ada yang akan memilih Bubur Ayam Pak  Zaenal di Dago, Bubur Ayam Mang Haji Oyo, Bubur Ayam Mang Otong di Andir, Bubur Ayam Pak Amid di Pajajaran, Bubur Ayam PR di Asia Afrika, Bubur Ayam Jujum di Lodaya, Bubur Ayam Handayani Setiabudhi, dan masih banyak lagi.

Bubur Ayam Mang Haji Oyo (Dok - Indra KH)

Kali ini saya ingin membahas mengenai Bubur Ayam M. H Oyo Tea, atau lebih dikenal dengan sebutan Bubur Ayam Mang Oyo. Beberapa waktu lalu saya mengunjungi kedai buburnya yang ada di Jl. Surapati 63. Kebetulan Mang Haji Oyo sedang ada di tempat, sehingga sambil sarapan pagi saya dan teman juga bisa sekalian ngobrol dengan beliau.

Mang Oyo mulai berdagang bubur sejak tahun 1965, namun waktu itu yang dijajakannya adalah bubur lemu dan bubur pacar.  Karena hasilnya tidak terlalu menggembirakan maka pada tahun 1976 Mang Oyo berganti usaha dengan mulai merintis berjualan bubur ayam, namun masih encer.  Baru beberapa tahun kemudian ia menemukan resep yang pas, yang digunakannya sampai saat ini.

Ide berdagang bubur ayam ini berawal dari program pemerintah dalam bidang olahraga. Program memasyarakatkan olahraga dan mengolahragakan masyarakat yang sohor di tahun 76-an itu membuat lapangan-lapangan terbuka menjadi ramai, termasuk kawasan sekitar Gasibu yang juga selalu ramai oleh orang-orang yang berolahraga. Memanfaatkan momen tersebut Mang Haji kemudian berikhtiar, membidik peluang berdagang bubur ayam, dan ternyata berhasil dan bisa berkembang seperti sekarang ini.

Bubur Ayam ini memang istimewa, buburnya kental tidak encer seperti bubur ayam kebanyakan. Kepada konsumennya Mang Oyo kadang mempertunjukkan kebolehannya dengan membalikkan mangkuk yang berisi bubur, dan  tidak tumpah !.

Rahasianya kata dia karena bahan baku yang digunakan memang beras yang terpilih. Beras untuk membuat bubur ia datangkan langsung dari sawah miliknya sendiri di Majalengka. Dirinya pernah mencoba beras lain ternyata hasilnya kurang memuaskan, tutur Mang Oyo.

Bubur Ayam Mang Oyo juga memiliki istilah-istilah yang unik untuk sejumlah menu yang bisa dipesan oleh konsumen. Ada Apel (Ati Ampela), Atel (Ayam Telur), Ayat (Ayam Ati), Acak (Ayam Cakue), atau Atelpin (Ayam Telur Pindang).

Sarapan Pagi plus Obrolan bersama Mang Haji Oyo (Dok - Indra KH)

Untuk bahan lainnya Kakek yang berusia hampir 70 tahun ini juga membuat istilah sendiri, seperti Ganja (untuk seledri), dan Kerikil (untuk kacang kedelai).

Istilah unik lainnya adalah untuk besaran porsi, jika Anda sedang lapar sekali maka bisa memesan menu “LB” alias Lapar Banget. Untuk porsi LB Anda akan diberikan porsi jumbo untuk menuntaskan rasa lapar. Dulunya menu ini biasa dipesan oleh para mahasiswa anak kost, tutur Mang Haji kepada saya.

Satu porsi bubur ayam lengkap alias komplit (ayam, ati ampela, cakue, dan telur) harganya 12.500 Rupiah. Jika ingin tanpa telur harganya 10.000 Rupiah, sedangkan untuk Atel harganya 9000 Rupiah. Atau jika hanya mau bubur polos harganya murah, hanya 2500 Rupiah.

Anda juga dapat menambah topping, misalnya jika ingin menambah ati ampela hanya dikenakan biaya tambahan 3000 Rupiah. Tambahan lainnya misalnya daging ayam, telur, atau cakue.

Awalnya Bubur Ayam Mang Oyo berada di Jalan H Wasyid depan RS Sartika Asih, dekat Sekolah PGII. Namun karena sesuatu hal Mang Oyo kemudian pindah ke tempat lain, bahkan kedai bubur Mang Haji Oyo kini tak hanya satu. Di Bandung kedai buburnya ada di Jl. Gelapnyawang (dekat ITB), Jl. Surapati 63 (dekat Departemen Pertanian Jabar), Jl. Sulanjana 30 (Cafe Vandel), Jl. Ir Soetami (Universitas Maranatha), dan Jl. Pangkur No.3 (daerah Turangga). Konon kini ada juga di Yogyakarta.

Karena kesuksesannya, sudah bukan hal aneh jika kemudian banyak yang meniru. Sejumlah kedai bubur ayam “aspal” kini muncul di sejumlah lokasi dengan menggunakan nama Bubur Mang Oyo. Diantara para penirunya itu ada juga yang dulu pernah jadi muridnya, ujar Mang Oyo. Namun Mang Oyo tidak berniat menggugatnya karena konsumen akan mengetahui mana yang asli dari cita rasa bubur ayam yang mereka makan.

4 Komentar

Filed under Bandung, food and drink, jajanan, kuliner, makanan

4 responses to “Bubur Ayam Mang Oyo

  1. za

    Wah senyum penulisnya sumringah sekali😀 Sareng UU tea?

    Mang Odonk tahu banyak banget bubur di Bandung. Saya tahunya cuma Mang Oyo sama Zaenal yang di Dago. Oh ya, waktu bubur Mang Oyo masih di dekat Haji Wasid, saya sering sarapan di sana. Maklum sempat kos di dekat situ.

  2. Itu yang motonya ngepas banget momennya, hehe.

  3. masuk ke ni blog langsung jadi lapar…… hehehe

  4. krisna

    mau coba ahhh besok…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s