Adiksi Teh Tarik

Sudah pernah mencoba teh tarik, minuman teh asal India yang banyak disajikan di kedai-kedai Melayu? Bagi saya teh tarik itu membuat adiksi alias ketagihan. Usai mencicipi minuman tersebut di sebuah kedai Mie Aceh di daerah Dago, Bandung beberapa tahun lalu entah kenapa menjadi sangat suka. Akibatnya jika mampir di tempat makan yang ada teh tariknya selalu ingin mencoba. Apalagi jika ditemani dengan roti canai, hhmmm dijamin enak surenak.

Teh tarik (dok - indrakh)

Di India minuman semacam teh tarik ini dikenal dengan nama Indian Chai. Minuman teh tarik menjadi populer di kawasan melayu karena dibawa oleh para imigran India yang pindah ke Asia Tenggara pada masa lalu.

Kenapa minuman campuran teh dan susu ini disebut teh tarik? Karena cara membuatnya memang terlihat seperti ditarik-tarik. Minuman ini biasanya dibuat dengan menggunakan dua buah cangkir stainless steel. Cangkir yang satu berisi air teh, dan cangkir lainnya berisi air susu. Air teh dalam cangkir tersebut  kemudian akan dicampurkan ke dalam cangkir yang berisi air susu. Lalu campuran tersebut selanjutnya diaduk, dengan cara memindahkan dari satu cangkir ke cangkir lainnya secara berulang-ulang hingga merata dan aromanya keluar. Cara mencampur inilah sebenarnya yang kalau dilihat seperti  sedang menarik-narik sehingga dinamakan teh tarik.

Teh yang digunakan biasanya jenis teh hitam, sedangkan susunya jenis susu kental manis atau condensed milk (seperti Carnation). Diatas campuran teh tersebut juga suka ada yang menambahkan bubuk kayu manis. Tak hanya bubuknya, saat disajikan sebatang kayu manis juga biasanya turut dimasukkan ke dalam cangkir atau gelas, yang fungsinya sebagai pengaduk dan penambah rasa. Selain disajikan panas, teh tarik juga enak jika disajikan dingin (ditambah es).

Dari sejumlah tempat yang menjual teh tarik, menurut saya yang rasanya pas dengan lidah saya adalah yang disajikan di RM Aceh Meutia, di kawasan Benhil. Teh tarik di Rumah Makan India Cafe Zamrud di Jatinegara  juga termasuk enak. Tempat lainnya yang cita rasa tehnya enak adalah Di Lucky Prata, Singapura. Namun kabarnya tempat itu sekarang sudah tutup. Padahal selain teh tarik, prata-nya juga mantap.

teh tarik instan (dok - indrakh)

Selain membeli jadi, di rumah juga saya sering membuat minuman ini. Tapi dengan cara mencampur biasa saja, tidak ditarik-tarik🙂. Sebenarnya dari berbagai teh yang pernah saya racik, yang paling pas adalah teh hitam keluaran Marks and Spencer yang pernah saya beli dari Paragon, Orchard. Sayangnya teh tersebut tidak ada yang menjualnya di sini. Gerai Marks and Spencer di  Jakarta tidak menjual makanan dan minuman, hanya pakaian saja.

Penasaran juga sih ingin mencoba teh hitam Dilmah, siapa tahu cocok. Menurut informasi yang saya peroleh dari Internet konon rasa teh tersebut jika dibuat teh tarik mendekati rasa teh tarik aslinya.

Belakangan ini saya mencoba sejumlah teh tarik instan, dari mulai merk Mamio, Max tea, hingga Miwon. Akhirnya menemukan cita rasa yang pas pada teh tarik buatan Miwon. Kenapa ya? Jangan-jangan memakai MSG😀

Ah kenapa saya jadi adiksi teh tarik, mungkin karena saya lebih suka teh ketimbang kopi, seperti cerita saya beberapa waktu lalu di sini.

6 Komentar

Filed under food and drink, kuliner

6 responses to “Adiksi Teh Tarik

  1. ceh cariek di restoran penang malaysia di setiabudhi one jakarta, maknyus.
    atau di restoran singapore di mall pejaten village.:mrgreen:

  2. saya belum pernah pak, kapan-kapan bisa nyoba ne di warung aceh yang ada di Yogyakarta

  3. aswadiwarman

    justru bagus pak indra ter-adiksi oleh teh tarik, daripada ter-anomali coba ?

  4. Ping-balik: Chai Tea | Nguliner

  5. mulai suka teh tarik itu sejak nyicip teh tarik enak di salah satu resto di kuningan city (apa ya namanya?). sejak saat itu, hampir selalu mesen teh tarik di tempat makan yang sedia menu tsb. saya tularin juga kegemaran minum teh tarik ini ke suami saya.
    sampai satu saat dengan polosnya dia pesan teh tarik di satu restoran masakan italia, padahal jelas2 gak ada di menu. hadeuuuh …. -_-‘

  6. young

    memang teh tarik mamio pas rasanya dilidah wong Demak

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s