Kembang Tahu

Waktu kecil dulu, saya sering membelinya dari pedagang keliling yang lewat di depan rumah. Bedanya kembang tahu yang disajikan waktu itu menggunakan mangkuk kecil, mirip dengan mangkuk yang digunakan oleh pedagang sekoteng

Sudah terlalu lama sepertinya saya tidak menulis tentang kuliner di blog ini, akibat review atau foto-foto kuliner lebih banyak dipublikasikan di facebook. Di samping itu saya juga terlalu asyik menulis di blog indrakh dan bacasingkat ketimbang di sini.

Kembang Tahu di The Kiosk, Setiabudhi, Bandung

Yup kali ini saya ingin bercerita tentang kembang tahu.  Beberapa pekan lalu saya bertemu kawan-kawan lama di The Kiosk, Setiabudhi, Bandung yang terkenal sebagai tempat ngumpul makanan-makanan enak yang melegenda di kota kembang. Pada saat itu tanpa sengaja Kami sedang ingin mencoba menu yang sama, yakni aneka tahu.  Kebetulan di gerai kuliner tersebut terdapat stand tahu Yun Sen yang menawarkan aneka olahan tahu. Dugaan saya waktu itu rasa tahunya pasti enak, karena Pabrik Tahu Yun Sen ini sudah ada sejak tahun 1938. Sama legendarisnya dengan Pabrik Tahu Yun Yi, ataupun tahu yang berasal dari banyak pabrik  tahu di kawasan Cibuntu.

Kawan-kawan saya ada yang memesan menu tahu balacan, lalu tahu balatak (semacam tahu campur khas Surabaya), sedangkan  saya sendiri tertarik dengan kembang tahu.  Apalagi cuaca saat itu sedang hujan, jadi sepertinya cocok dengan menu itu, karena kuahnya yang terbuat dari campuran air jahe dan gula bisa menghangatkan badan.

Pesanan Kami tak lama datang, namun hanya ada kembang tahu dan tahu balatak saja, karena tahu balacan sudah habis . Kembang tahu sendiri disajikan dalam cangkir besar yang biasa digunakan untuk penyajian scoop ice cream.  Saat suapan pertama masuk ke mulut, ehhmm tahunya lembut. Selain itu wedang jahenya terasa hangat di tenggorokan. Enak surenak lah :D. Harganya juga cukup murah, hanya 6000 rupiah.

Lama juga saya tidak mencicipi salah satu olahan tahu ini. Padahal waktu kecil dulu, saya sering membelinya dari pedagang keliling yang lewat di depan rumah. Bedanya kembang tahu yang disajikan waktu itu menggunakan mangkuk kecil, mirip dengan mangkuk yang digunakan oleh pedagang sekoteng. Harganya pun masih murah, kalau tidak salah masih 300 rupiah per-mangkuk. Sayang sekali saat ini saya sudah tidak pernah lagi menjumpai tukang kembang tahu keliling ini.

Kembang tahu ini sendiri sebenarnya berasal dari lapisan atas dari susu kedelai yang dipanaskan. Selain kembang tahu yang semacam ini, ada juga  kembang tahu kering yang sering dibuat campuran sop.

About these ads

8 Komentar

Filed under Bandung, food and drink, kuliner, makanan, travel and places

8 responses to “Kembang Tahu

  1. za

    Mana tahunya? Kok lembek putih begitu. Ini bukan santen? Duh lupa nama makanannya.

    Kalau saya suka tahun yun-yin, yang ada di supermarket tea. Kalau hucap tahu gak mang?

    • Itulah kembang tahunya, memang lembek. Kalau kita memanaskan susu murni kan suka ada lapisan lemak tipis yang ada di atasnya? Nah kembang tahu juga sama diambil dari situ, bedanya ini dari susu kedelai.

      Tahu Yun Yi mungkin ya, yup itu juga asalnya dari Bandung. Di sini ada dua pabrik tahu yang melegenda, Tahu Yun Yi dan Tahu Yun Sen.

  2. adjie

    Dikosan saya masih ada kang, suka keliling siang/sore. Mampir deh kalau weekend disini :D

    • Lah weekendnya di Bandung jie, heuheu. Boleh juga tuh. Kalau sempet saya mampir ke sana.

    • Arie

      He… kang adjie kostan dimana?
      saya juga di bandung, kangen banget kembang tahu
      sempet liat yang dagang keliling di depan btc, tapi cuma 1 kali itu aja, abis gitu g nemu lagi
      Ada juga kalo lagi pengen banget ke kiosk atau ke paskal hypersquare….
      tapi tetep, rasa kembang tahu yang dagang keliling masih lebih “pas”

  3. Hana

    makasi infonya mas saya juga kangen bgt ama kembang tahu, terakhir makan waktu masih kecil.. ntar berburu ah ke setiabudi :D

  4. adjie

    Di setiabudi jakarta kang ari, masih suka ada yang keliling. Dulu dekat kantor kpad suka ada juga kan ya kang indra?

  5. agusjahja

    sangat menarik dan enak kalihatannya,tp cara buatnya bagaimana/

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s